Naik Ojol Tak Mau Bayar malah Minta Duit, Polisi Gadungan di Banjarmasin Ditangkap

Nani Suherni · Kamis, 16 Desember 2021 - 12:43:00 WITA
Naik Ojol Tak Mau Bayar malah Minta Duit, Polisi Gadungan di Banjarmasin Ditangkap
Pria mengaku polisi yang memalak driver ojek online di Banjarmasin saat membuat surat pernyataan usai ditangkap. (Foto: Humas Polri)

BANJARMASIN, iNews.id - Satreskrim Polresta Banjarmasin menangkap polisi gadungan yang memalak salah satu driver ojek online. Peristiwa ini terjadi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (15/12/2021).

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi mengatakan, identitas pelaku pemalakan yakni berinisial YW (46) warga Jalan Pasar Lama, Gang Ternate, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Modus pelaku mengaku sebagai anggota satres narkoba lalu meminta uang kepada korban.

“Setelah adanya laporan dari korban, langsung kami tindak lanjuti. Pelaku kami amankan di rumah temannya yang ada di Pasar Lama, dengan diback-up Jatanras dan timsus dari Polresta Banjarmasin,” ujarnya, Kamis (16/12/2021).

Hasil identifikasi, pelaku ternyata residivis kasus narkoba dan penggelapan motor.

“Karena pelaku merupakan seorang residivis sehingga lebih mudah untuk menangkapnya," kata Kasat.

Motif pelaku yakni mencari uang dengan dengan cara meminta secara paksa atau pemalakan. Namun setelah ditangkap, korban ingin menyelesaikan hal tersebut dengan cara baik-baik.

“Korban ingin diselesaikan secara baik-baik dan damai agar pelaku diberikan efek jera sehingga tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Alfian.

Pengakuan korban berinisial M (30) kejadian bermula saat dia usai mengantarkan orderan ke salah satu hotel yang ada di Jalan A Yani Km 6. Saat hendak keluar, tiba-tiba dia dihentikan seseorang yang tak dikenal yakni pelaku.

Pria itu mengaku sebagai polisi dan meminta korban untuk mengantarkannya.

“Pas keluar dari hotel, saya langsung dicegat pria tersebut. Dia minta antar dan mengaku polisi. Lalu dia langsung naik ke motor saya dan bilang sedang penyamaran untuk penggerebekan,” kata korban yang bekerja sebagai driver ojol.

Karena mengaku sebagai polisi, korban lantas mengantarkan pelaku. Saat sampai di kawasan Pasar Lama, pelaku sempat turun dan seperti memantau daerah tersebut.

“Ketika sampai di Pasar Lama, dia turun dan menyuruh saya menunggu sebentar. Dia pun masuk ke sebuah salon dan tak lama kemudian keluar lagi, lalu meminta antar lagi ke kawasan Kayu Tangi,” katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: