Kontroversi Raperda Pajak di HST, Warung Sediakan Parkir Kena Tarif 10 Persen

Antara ยท Senin, 20 September 2021 - 13:42:00 WITA
Kontroversi Raperda Pajak di HST, Warung Sediakan Parkir Kena Tarif 10 Persen
Parkir di tepi jalan umum di Jalan. (Foto: Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)

BARABAI, iNews.id  - Rancangan Perda tentang pajak daerah yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus menuai kontroversi di masyarakat dan banyak mendapatkan kritikan dari para anggota DPRD setempat. Salah satu poin yang dibicarakan yakni, warung yang menyediakan tempat parkir di HST akan dikenakan pajak 10 persen.

Setelah uji publik pada Kamis (9/9/2021) banyak mendapatkan keberatan terkait besaran pajak restoran. Kali ini raperda juga memuat tentang pajak parkir menjadi sorotan.

Masalahnya, jika Raperda tersebut disahkan, maka setiap tempat usaha baik itu warung, ruko, cafe termasuk objek wisata yang menyediakan lahan untuk perparkiran di luar yang dikelola oleh Pemerintah, akan dikenakan tarif pajak sebesar 10 persen (pasal 31).

Diterangkannya, sesuai pasal 32, besaran pokok pajak parkir yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dalam Pasal 31 dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30.

Pada pasal 30 disebutkan, dasar pengenaan pajak parkir adalah jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar kepada penyelenggara tempat parkir. Jumlah yang seharusnya dibayar termasuk potongan harga parkir dan parkir cuma-cuma yang diberikan kepada penerima jasa parkir.

Berikutnya, pengenaan pajak parkir berdasarkan harga sewa parkir yang diatur dalam Peraturan Bupati dengan mengacu pada harga sewa parkir rata-rata di wilayah tersebut.

Saat uji publik, perwakilan pengelola rumah makan Kalijo Barabai sempat keberatan terhadap pajak perparkiran tersebut.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: