Kepala BNPT Sebut Penyerang Polsek Daha Selatan Terpapar Pemikiran Sesat

Antara ยท Minggu, 07 Juni 2020 - 10:08 WITA
Kepala BNPT Sebut Penyerang Polsek Daha Selatan Terpapar Pemikiran Sesat
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar bersama para ulama di Kalsel. (Foto Antara)

BANJARBARU, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut penyerangan di Polsek Daha Selatan akibat pelaku terpapar pemikiran sesat. Pelaku menebar kebencian dengan menyerang kepolisian.

"Pelaku seorang anak muda ini telah terpapar paham yang bisa dikatakan mohon maaf sesat. Dimana dia menebar kebencian tidak pada tempatnya," kata Boy Rafli di Banjarbaru, Sabtu kemarin (6/6/2020).

Boy Rafli menyatakan jika kasus yang menewaskan seorang anggota Polsek Daha Selatan itu kategorinya sudah termasuk kejahatan terorisme.

"Ini persoalan serius, terorisme merupakan extra ordinary crime. Sehingga penanganannya di samping konteks hukum yang dituntaskan, kita harus kaji apa yang menjadi motivasi atau hal melatarbelakanginya," katanya.

Menurut dia, nilai-nilai agama yang salah dipahami oleh sosok pemuda sehingga bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk itulah, Boy Rafli meminta para ulama dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk generasi muda agar peristiwa tersebut tidak terjadi kembali.

"Jangan sampai ada lagi korban-korban lain yang tak berdosa. Agama Islam sebagai Rahmatan-lil-alamin yakni Islam yang memberi rahmat bagi seluruh umat bangsa Indonesia walau berlainan agama sekali pun," ucap dia.

Senada dengan Boy Rafli, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan Hafiz Anshary mengatakan ajaran agama Islam tidak membenarkan membunuh orang. Dia akan memberikan pemahaman ajaran agama Islam yang benar kepada masyarakat agar tidak terpapar radikalisme.

"Apapun alasannya atas nama agama melakukan penyerangan apalagi sampai membunuh orang maka tidak dibenarkan oleh ajaran agama, terlebih Agama Islam. Kami ulama di Kalsel selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh paham-paham keliru," katanya.


Editor : Faieq Hidayat