Kasus Corona Tinggi, Pemkot Banjarmasin Tutup Wisata Siring Sungai selama 3 Bulan

Antara ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 14:40 WIB
Kasus Corona Tinggi, Pemkot Banjarmasin Tutup Wisata Siring Sungai selama 3 Bulan
Sejumlah warga memadati kawasan wisata Menara Pandang Siring Sungai Martapura di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto Antara).

BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan menutup total kawasan wisata siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tendean Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan selama selama tiga bulan. Sebab kasus virus corona di Kota Banjarmasin masih tinggi.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah mengatakan keputusan penutupan kawasan ikon pariwisata kota Banjarmasin itu berdasarkan rapat bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Terhitung Sabtu (11/7/2020) hingga September dengan berat hati kawasan siring sungai Martapura di Jalan Piare Tendean kita tutup dari kegiatan wisata," ucap Hermasyah di Banjarmasin, Jumat (10/7/2020).

Menurut Hermansyah, tujuan penutupan kawasan tersebut mengindari keramaian bahaya Covid-19. Terlebih saat ini, ujar dia, seluruh wilayah di Kota Banjarmasin masuk dalam kategori zona merah.

"Penutupan total kawasan ini dimulai dari patung bekantan hingga siring Jembatan Pasar lama. Pada penutupan ini pengunjung tidak boleh masuk ke kawasan siring," ucap dia.

Selain pengujung siring atau wisatawan, kata Hermansyah, para pedagang kaki lima yang sering mangkal di kawasan tersebut juga tidak diperbolehkan berjualan. Solusinya, para pedagang hanya boleh berjualan di seberang kawasan siring.

Sedangkan untuk para juragan klotok yang biasa melayani wisata susur sungai, kata dia, lokasi usahanya akan dipindahkan sementara waktu ke kawasan nol kilometer dan pos polisi lalu lintas.

Dalam penutupan wisata siring sungai di Jalan Piare Tender itu, tidak diperbolehkan juga ada aktivitas olahraga. Apabila memang harus melakukan aktivitas olahraga, mengunjungi kawasan lain.

"Siapapun yang mau olahraga atau joging dilarang di kawasan siring. Orang dari jauh pun bila mau berwisata tidak boleh di siring, sedangkan bila ada masyarakat yang menggunakan jasa kapal klotok wisata, silakan bertransaksinya diseberangnya,” kata dia.

Dia juga berharap masyarakat dapat memahami keputusan yang telah diambil Pemkot Banjarmasin untuk kemaslahatan bersama.


Editor : Faieq Hidayat