Kapolda Kalsel Siapkan 5 Program Strategi Penanganan Covid-19

Antara ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 10:46 WIB
Kapolda Kalsel Siapkan 5 Program Strategi Penanganan Covid-19
Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta menebar benih ikan. (Foto Antara).

BANJARMASIN, iNews.id - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Nico Afinta menggulirkan lima program strategi dalam percepatan penanganan Covid-19. Tujuannya untuk menekan angka penularan virus corona.

Adapun lima strategi tersebut yaitu penambahan kapasitas tes polymerase chain reaction (PCR), kapasitas rumah sakit dan rumah isolasi, pembentukan kampung tangguh, operasi penegakan disiplin serta efisiensi anggaran.

"Menangani pandemi Covid-19 ini tidak bisa biasa-biasa saja. Harus ada upaya lebih maksimal dan masif karena penyebaran terus terjadi," kata Nico di Banjarmasin, Senin (20/7/2020).

Menurut dia, alat PCR terus diupayakan penambahannya, seperti yang terbaru Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin. Alat tersebut hasil hibah dari PT Pama Persada Nusantara untuk Polda Kalsel.

"Wali Kota Banjarmasin saya tanya juga sudah mengajukan penambahan PCR, semoga dalam waktu dekat sudah datang alatnya. Seperti diketahui Banjarmasin saat ini paling tinggi kasusnya di Kalsel dan daerah kita mendapat atensi dari pemerintah pusat," kata dia.

Seiring penambahan PCR untuk menguji sampel dari tes swab tersebut, kata Kapolda, harus dibarengi kapasitas rumah sakit dan rumah isolasi. Polda Kalsel saat ini menyiapkan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Banjarbaru dan Mako Polairud di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar sebagai tempat karantina pasien Covid-19.

Untuk Kampung Tangguh, di Kalsel sudah berdiri 189 lokasi, 52 di antaranya terdapat di Banjarmasin yang kini kasus terkonfirmasi positif 1.930 orang. Dari jumlah tersebut 1.294 orang masih dirawat dan 137 orang meninggal dunia.

"Kampung Tangguh ini sebenarnya media. Namun hakikatnya menumbuhkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol COVID-19 dari lingkup terkecil yaitu RT dan RW, sehingga diharapkan dapat terus tumbuh kepatuhan ke cangkupan lebih luas," kata dia.

Sedangkan untuk penegakan disiplin, Nico memastikan terus berjalan. Aparat TNI dan Polri masih disiagakan di tempat-tempat keramaian seperti pasar dan pusat bisnis lainnya guna mengawasi masyarakat patuh protokol kesehatan.

"Kita dengar gubernur sedang merancang peraturan yang memberikan sanksi kepada pihak-pihak tidak mentaati aturan tersebut, sehingga aturan ini juga menjadi dasar kita bertindak kedepan," timpalnya.

Terkait efisiensi anggaran, menurut NicO, polisi akan mengawal setiap anggaran pemerintah yang diturunkan agar bisa tepat sasaran secara efektif dan efisien.

"Masyarakat harus memahami betul jika ini program penyelamatan kita semua. Kuncinya adalah perilaku masyarakat itu sendiri yang harus disiplin, karena hanya dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan maka kita bisa memutus rantai penyebaran Covid-19," kata dia.


Editor : Faieq Hidayat