Gunakan Bambu, Begini Penampakan Jembatan Darurat di Wilayah Banjir HST

Antara ยท Kamis, 25 Maret 2021 - 14:06:00 WITA
Gunakan Bambu, Begini Penampakan Jembatan Darurat di Wilayah Banjir HST
Penampakan jembatan darurat di wilayah HST dibangun Politeknik Negeri Banjarmasin.(Foto: Antara/istimewa)

BANJARMASIN, iNews.id - Jembatan darurat di atas Sungai Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) dibangun dari bambu. Jembatan itu merupakan bantuan dari Politeknik Negeri Banjarmasin dalam program Poliban Peduli Banua untuk bencana banjir.

"Jembatan itu sekitar 60 meter panjangnya, dengan luas sekitar 1,8 meter," ujar Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Poliban Peduli Banua M Helmy Noor, Kamis (25/3/2021).

Jembatan darurat di wilayah HST tersebut dibangun karena akses Desa Baru Waki, Kecamatan Batu Benawa ke Desa Batu Tunggal, Kecamatan Hantakan terputus.

"Karena jembatan sebelumnya hancur diterjang air sungai yang meluap tinggi hingga mengakibatkan banjir besar di wilayah tersebut," kata.

Menurut dia, pembangunan jembatan tersebut dilakukan Poliban secara gotong royong dibantu warga dan pemerintah kota setempat, yakni, meninggikan bronjong (pondasi batu) hingga dibuat jadi tiga tingkat dan menguatkan konstruksi jembatan.

"Jadi jembatan itu kita buat lebih kuat lagi, pondasi bentang jembatan tetap dari bambu, tapi lantainya kita tambah balok kayu dan lantainya dari papan tebal, demi keamanan, kita buatkan juga pagarnya," kata Helmy.

Dalam pembuatan konstruksi jembatan darurat ini, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dispupr) HST dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kal-sel.

"Setidaknya mampu bertahan lah beberapa bulan sebelum jembatan permanen dibangun pemerintah," tuturnya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2