Geger Putra Menteri Ditangkap Polisi Kasus Kekerasan, Korban Tewas 8 Orang

Okezone, Susi Susanti · Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:17:00 WITA
Geger Putra Menteri Ditangkap Polisi Kasus Kekerasan, Korban Tewas 8 Orang
Putra Menteri di India Ditangkap Polisi Kasus Kekerasan, Korban Tewas 8 Orang (Foto: ANI)

INDIA, iNews.id - Putra seorang menteri federal India ditangkap polisi atas kasus kekerasan hingga menewaskan delapan orang. Pria bernama Ashish Mishra telah dikirim ke tahanan pengadilan selama 14 hari.

Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil Menteri Dalam Negeri Junior Ajay Mishra, menabrak para petani yang memprotes di negara bagian Uttar Pradesh, menewaskan empat pria. Petani menuduh Ashish Mishra berada di balik serangan itu, tetapi Mishra membantah tuduhan itu.

Massa yang marah kemudian memukuli hingga tewas tiga pria di dalam mobil, termasuk pengemudinya. Seorang jurnalis juga tewas dalam kekerasan tersebut.

Polisi menangkap Ashish Mishra pada Sabtu (9/10/2021) malam setelah menanyainya selama lebih dari 12 jam. Dia diberitahu untuk menghadap polisi untuk diinterogasi pada Jumat (8/10/2021) tetapi tidak muncul.

"Kami menahan Ashish Mishra. Dia tidak bekerja sama dalam penyelidikan," kata Wakil Inspektur Jenderal Upendra Agarwal kepada kantor berita Reuters.

Polisi menangkap dua pria lain sehubungan dengan insiden itu pada Kamis beberapa jam setelah Mahkamah Agung meminta pemerintah negara bagian untuk mengajukan laporan tentang penyelidikan tersebut. Pejabat negara juga menunjuk seorang pensiunan hakim untuk mengepalai komisi yang akan menyelidiki serangan itu.

Tetapi pada Jumat (8/10/2021), pengadilan tinggi mengatakan bahwa mereka tidak puas dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah negara bagian. Mereka juga bertanya kepada polisi mengapa putra menteri tidak ditangkap ketika dia dituduh melakukan kejahatan serius seperti pembunuhan.

Ketua Hakim NV Ramana mengatakan pengadilan juga tidak menyetujui tim investigasi khusus yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian karena orang-orang di komisi, mereka semua adalah pejabat lokal.

Komentarnya muncul selama sidang di pengadilan setelah dua pengacara dari Uttar Pradesh menulis surat kepada hakim agung, meminta penyelidikan federal atas insiden tersebut.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: