Dua Pelaku Pembunuhan di Banjarmasin Ditangkap, Satu Orang Ditembak karena Melawan

Antara ยท Jumat, 30 Juli 2021 - 14:31:00 WITA
Dua Pelaku Pembunuhan di Banjarmasin Ditangkap, Satu Orang Ditembak karena Melawan
Dua pelaku pembunuhan dan barang bukti saat diamankan di Polsek Banjarmasin Selatan. (Foto: Antara/Ist)

BANJARMASIN, iNews.id - Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan dibantu Timsus Polresta Banjarmasin dan Unit Jatanras Polresta Banjarmasin menangkap dua pelaku pembunuhan di Basirih. Satu pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat ditangkap.

"Satu dari dua pelaku pembunuhan terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur karena melawan saat ditangkap serta ingin melarikan diri," ucap Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Yopie Andri Haryono, Kamis (29/7/2021).

Aksi pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (24/7/2021) sore, di Jalan Lingkar Dalam Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, sekitar pukul 16.30 Wita. 

Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Pelaku berinisial MR alias Amat (22) warga Jalan Merpati II Kelurahan Basirih Selatan ditangkap saat berada di Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala, Kalsel.

Sedangkan, pelaku berinisial AB alias Utuh (28) warga Jalan Sejahtera Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala diamankan saat berada di Kota Palangkaraya, Kalteng.

"Pelaku AB yang terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan di kakinya sebelah kanan," ucapnya.

Dia mengatakan, kedua pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Banjarmasin Selatan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Motif dari kasus ini, menurut keterangan pelaku, keduanya marah karena korban bernama Riduan (48) diduga mengambil jatah pembagian uang sebesar Rp400.000.

"Atas motif itulah kedua pelaku AB dan MR tega menganiaya korban dengan senjata tajam hingga akhirnya tewas," katanya.

Dia mengatakan, atas kejadian itu AB dan MR sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 338 KUHPidana Tentang Pembunuhan.

"Kasus ini masih terus kami dalami dan kemungkinan nanti akan digelar reka ulang atau rekonstruksi dari kasus pembunuhan ini," tuturnya.

Editor : Nani Suherni