Ditinggal Ibu Bekerja, Siswi SMP di Samarinda Diperkosa Ayah hingga Hamil 8 Bulan

Tsabita ยท Rabu, 25 November 2020 - 14:18:00 WITA
Ditinggal Ibu Bekerja, Siswi SMP di Samarinda Diperkosa Ayah hingga Hamil 8 Bulan
PS (39), ayah yang memerkosa anak tirinya hingga hamil delapan bulan diamankan di Mapolresta Samarinda, Kalsel, Rabu (25/11/2020). (Foto: Tsabita)

SAMARINDA, iNews.id - Seorang siswi SMP di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), diperkosa ayah tirinya berkali-kali saat ditinggal ibunya bekerja. Akibatnya, korban yang masih berusia 14 tahun saat ini hamil delapan bulan.

Dari pemeriksaan polisi, pelaku, PS (39), sudah sering kali memperkosa anaknya di rumah. Bahkan, aksi bejatnya sudah berlangsung sejak 2019 lalu.

Kanit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo menjelaskan, pihaknya menangani kasus itu sejak ibu kandung korban melaporkan perbuatan suaminya.

"Hari Jumat, 20 November 2020 kemarin, kami menerima laporan dari korban. Korban ditemani oleh keluarga serta ibu korban", kata Teguh, Rabu (25/11/2020).

Dari pengakuan pelaku, pemerkosaan pertama kali dilakukan saat korban akan mandi. Saa itu, korban hanya menggunakan sehelai handuk menutupi bagian badannya.

"Dari hasil pemeriksaan, perbuatan itu pertama kali dilakukan di dapur saat korban mau mandi. Karena diancam dibunuh, korban tidak melawan," kata Teguh.

Pemerkosaan itu terjadi berulang kali hingga korban hamil delapan bulan. Berdasarkan keterangan korban, pemerkosaan terjadi pada rentang bulan September hingga November 2019. Aksi pelaku kembali berlanjut pada 15 Maret 2020 serta bulan Juli 2020.

"Ini pun keterangan yang saat itu masih diingat oleh korban. Perbuatan tersebut dilakukan PS saat ibu kandung korban pergi berjualan, pada siang hari," katanya.

Saat ditinggal berjualan, kata Teguh, kondisi rumah dalam keadaan sepi. Pelaku memanfaatkan kondisi itu untuk melakukan aksi bejatnya.

Saat ini, polisi sudah mengantongi dua alat bukti kasus ayah perkosa anak ini, yaitu hasil visum serta pakaian korban yang dikenakan saat PS melakukan perbuatan bejatnya.

"Kami sudah mengamankan alat bukti, serta mengamankan pelaku yang juga ayah korban," kata Teguh.

Editor : Maria Christina