Banjarmasin Tunggu Instruksi Pemerintah untuk Buka Tempat Wisata

Antara ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 09:55 WIB
Banjarmasin Tunggu Instruksi Pemerintah untuk Buka Tempat Wisata
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Al-Haq. (Foto Antara).

BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan belum membuka sejumlah tempat wisata untuk dikunjungi warga karena masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Al-Haq mengaku tidak berani mengambil resiko membuka tempat wisata di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Kami masih nunggu keputusan dari pemerintah pusat, nggak berani asal buka karena takut berisiko," ujar Ikhsan di Banjarmasin, Senin (16/6/2020).

Di Kementerian Pariwisata, kata dia, juga masih sedang sibuk mengatur terkait protokol kesehatan untuk dunia pariwisata. "Tentunya ini harus diperhatikan betul-betul karena kalau sembarangan takutnya jadi masalah," ujar dia.

Meskipun, menurut dia, Banjarmasin tidak lagi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun belum juga menerapkan normal baru. Protokol kesehatan pun tetap ketat dilakukan di semua titik, termasuk tempat wisata.

“Wisata susur sungai, hingga event-event yang menjadi agenda rutin Pemkot juga dibatalkan,” ucapnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, kata dia mengumpulkan para pelaku usaha yang bergerak di bidang industri pariwisata untuk mempersiapkan segala sesuatu agar bisa beroperasi kembali saat penerapan normal baru. Salah satunya menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

"Sekarang ini para pelaku wisata sudah mengumpulkan bahan aturan protokol kesehatan yang harus diterapkan di tempat wisata. Seperti sektor travel perjalanan dan perhotelan agar harus bisa menjalankan protokol kesehatan jika nanti diperbolehkan buka kembali," katanya.

Menurutnya, setiap hotel harus menyediakan thermo gun dan wajib mengenakan masker. Sehingga setiap pengunjung yang ingin menginap di hotel tersebut wajib menjalankan protokol kesehatan.

"Untuk rumah makan juga harus seperti itu, harus menjalankan protokol kesehatan. Pokoknya sampai ada perintah dari Kementerian Pariwisata untuk membuka, baru kita buka lagi," ucap dia.


Editor : Faieq Hidayat