get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemerintah Umumkan Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Jumat bagi ASN Mulai 1 April 2026

Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Kuartal III 2020 Tunjukan Tren Positif

Jumat, 06 November 2020 - 14:41:00 WITA
Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Kuartal III 2020 Tunjukan Tren Positif
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia kuartal III 2020 menujukan tren positif. Pasalnya ekonomi kuartal sebelumnya minus 5,32 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

"Sudah menunjukan tren positif. Sudah memasuki tren positif. Kita sudah berhasil melewati rock-bottom," katanya, Kamis (5/11/2020).

Menurut Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, ekonomi trennya sudah positif di hampir semua negara. Secara kuartalan (quarter-to-quarter), BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mampu tumbuh positif 5,05 persen pada Triwulan III 2020. Namun, ekonomi secara kumulatif Januari-September 2020 (cumulative-to-cumulative/CtC) adalah minus 2,03 persen.

Airlangga juga menjelaskan, perekonomian Indonesia sudah berada di jalur yang tepat. Sebab, titik terendah sudah dilalui.

"Kita bisa melihat pengumuman BPS tadi pagi perekonomian kita trennya sudah positif artinya kita sudah melewati rock-bottom di kuartal II minus 5,32 persen dan di Q3 ini kita sudah mencapai tren positif di minus 3,49 persen dan tentu kita berharap nanti di Q4 trennya positif minus 1,6 persren atau 0,6 persen," ucapnya.

Airlangga mengatakan, PDB pada kuartal III 2020 juga sudah meningkat ke 3.895 dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, dari segi pertumbuhan ekonomi kuartal ke kuartal ada kenaikan 5,05 persen. "Ini yang menjadi catatan kita melompat di kuartal III," ujar Airlangga.

Dia juga mengatakan, perbaikan ekonomi Indonesia didorong oleh perbaikan yang terjadi di sisi permintaan (demand).

“Secara kuartal ke kuartal dari data kita bisa sampaikan konsumsi rumah tangga terus membaik, dimana pada kuartal ketiga konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan atau positif 4,7,” tuturnya.

Airlangga juga menyebutkan, jika konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga positif 0,56. Selain itu, pertumbuhan positif ini juga didorong konsumsi pemerintah pada Q3 yang mencapai 16,93, dan di Q2 mencapai 22,32.

Bahkan, konsumsi pemerintah ini secara yoy mengalami kenaikan 9,76 persen. Pertumbuhan positif juga dialami Pembentukan Modal tetap Bruto (PMTB) juga mengalami kenaikan 8,45 pada Q3, sedangkan ekspor kuartal ke kuartal naik 12,14 persen pada Q3. “Yang impor masih sedikit negatif minus 0,08,” kata Airlangga.

Perbaikan juga terjadi dari sisi suplai, di mana industri pengolahan dan sektor pertanian mengalami perbaikan pada kuartal III 2020 dengan pertumbuhan masih-masing sebesar 5,25 persen (industri pengolahan) dan 1,1 persen (sektor pertanian).

“Di sektor warehousing melonjaknya tinggi, itu menjadi pendorong bahwa konsumsi sudah mulai membaik,” ujar Airlangga.

Indikasi sangat positif hingga mengalami kenaikan dari QtQ di sektor pergudangan dan transportasi ini mencapai 24,28 persen di Q3 setelah sebelum di Q2 minus 29,22. Inilah lonjakan tertinggi yang mengindikasikan perdagangan terus membaik.

Meski produksi dan daya beli masyarakat masih belum kembali ke level prapandemi Covid-19, namun sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan perbaikan, seiring dengan aktivitas ekonomi yang mulai dilonggarkan.

Bahkan, penjualan kendaraan bermotor di Indonesia pada Q3 saat ini sudah lebih baik. Kenaikan lain juga dialami dalam indeks keyakinan konsumen. Semua indikator dan data itu merujuk perbaikan ekonomi menuju pertumbuhan positif dialami Indonesia.

Editor: Faieq Hidayat

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut