Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Tempat Potensi Sebaran Baru Covid-19

Felldy Utama ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 19:20 WIB
Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Tempat Potensi Sebaran Baru Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Adaptasi kebiasaan baru atau new normal sudah mulai diberlakukan di beberapa daerah. Namun para ahli membuat kajian titik potensi sebaran baru virus corona atau Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada tiga tempat yang menjadi potensi sebaran baru Covid-19. Salah satunya ruang kantor.

“Beberapa ahli sudah mulai melakukan sebuah riset, sebuah kajian bahwa di era adaptasi Kebiasaan Baru, ada beberapa titik yang berpotensi untuk bisa menjadi tempat sebaran baru. Yang pertama adalah ruang kantor,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Yuri meminta pengisian ruang termasuk kantor tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus tersebut. Pekerja kantor, kata dia, hendaknya dapat menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dengan yang lain.

Selain itu, para pekerja juga diminta tetap mengenakan masker. Penggunaan ini penting untuk menghindari potensi penularan antara satu sama lain dari droplet atau cairan kecil yang keluar saat batuk atau bersin dan ketika berbicara.

“Maka menjaga jarak dengan tetap menggunakan masker sepanjang berada di ruang pekerjaan ini menjadi sesuatu yang mutlak kita lakukan,” ujarnya.

Lokasi kedua yang berpotensi menjadi tempat sebaran baru yakni ruang makan. Menurutnya, pada jam makan siang kepatuhan terhadap protokol kesehatan seringkali diabaikan atau tidak dipatuhi. Tempat ketiga yang berpotensi menjadi tempat penyebaran yakni transportasi.

Terkait itu, Yuri meminta agar masyarakat sebisa mungkin keluar rumah untuk kepentingan produktivitas. Jika tidak ada kebutuhan darurat, akan lebih baik tetap tinggal di rumah.

Hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 51.427 orang. Sedangkan pasien sembuh total berjumlah 21.333 orang dan pasien meninggal 2.683 orang.


Editor : Faieq Hidayat