6 Bulan Air PDAM Macet, Ratusan Warga Banjar Jarang Mandi Hingga Mengungsi

Zainal Hakim ยท Rabu, 02 September 2020 - 18:58 WITA
6 Bulan Air PDAM Macet, Ratusan Warga Banjar Jarang Mandi Hingga Mengungsi
Air PDAM Intan Bajar sudah enam bulan terakhir tidak mengalir. Akibatnya, ratusan warga di Banjar krisis air bersih. (Foto: iNews/Zainal hakim)

MARTAPURA, iNews.id - Ratusan warga Kawasan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 12.900, Jalan Setia Bersama Komplek Surya Mas, Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengeluhkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar yang kerap macet. Akibat kondisi itu, mereka kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, cuci, dan masak.

“Air PDAM mengalirnya tiga hari sekali. Sementara warga banyak tak memiliki tempat penampungan air, sehingga kadang tidak mandi. Kami terpaksa mengambil air dari kolong rumah,” kata Ketua Jalur Kompleks Perumahan Surya Mas, Ekki Yuliadi, Rabu (2/9/2020).

Menurut Ekki, kondisi yang dialami warganya sudah berlangsung enam bulan terakhir. Total ada sekitar 500 rumah yang sudah enam bulan tidak kebagian jatah air bersih dari PDAM.

Meski sudah disampaikan kepada PDAM  Intan Banjar, warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan.

“Kami butuh solusi. Sebagai pelanggan kami memiliki hak mendapatkan pelayanan yang baik, karena selama ini sudah menunaikan kewajiban membayar rekening sesuai aturan,” katanya.

Warga lain, Jusnia juga mengaku terpaksa mengungsi ke tempat tinggal orang tuanya di kota tetangga, karena kesulitan mandi. 

“Jika tetap bertahan, biaya hidup membengkak. Untuk minum dan masak terpaksa beli air galon. Sementara kalo mandi numpang ke rumah mama,” ujar Jusnia.

Warga berharap, instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai keresahan masyarakat menjadi berlarut-larut. Karena sebagai pelanggan mereka merasa dirugikan denagn tidak optimalnya pelayanan PDAM Intan Banjar.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Bagian SDM PDAM Intan Banjar, Muhammad Untung Hartaniansyah, meminta maaf kepada pelanggannya di wilayah Cabang I dan II Gambut, akibat pelayanan distribusi yang tidak optimal.

Dia mengakui keluhan warga Komplek Perumahan Surya Mas Gambut, lantaran air ledeng jarang mengalir.

“Pipa jaringan di lokasi itu sudah tidak mencukupi lagi menyalurkan air bersih secara optimal. Karena jumlah pelanggan terus tumbuh. Karena perkembangan permukiman semakin pesat,” kata Untung.

Solusinya, lanjutnya, pihak manajemen ke depan sudah merencanakan untuk menambah pipa diameter 500 ke booster Gambut. Sehingga suplai air bersih bisa lebih besar untuk pendistribusian  ke wilayah Cabang I dan II. Namun, PDAM Intan Banjar masih menunggu dana sharing dari pemerintah daerah.

Untung menambahkan, selama distribusi terhambat, PDAM pernah membagikan air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 3.000 liter. Namun tidak mencukupi kebutuhan warga, karena banyaknya jumlah pelanggan di perumahan tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki