38 Anak di Banjarmasin Terkena DBD, 2 di Antaranya Meninggal

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 17:42 WIB
38 Anak di Banjarmasin Terkena DBD, 2 di Antaranya Meninggal
Ilustrasi. (Foto Ist).

BANJARMASIN, iNews.id - Sebanyak 38 anak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga Juli 2020. Dari jumlah tersebut, 2 anak meninggal dunia.

"Kami harus bekerja keras di masa pandemi Covid-19 ini untuk menyosialisasikan kewaspadaan DBD. Apalagi kondisi saat ini kembang biak nyamuk aedes aegypti karena banyak genangan akibat hujan," katanya di Banjarmasin, Rabu (8/7/2020).

Dia berharap tidak memperhatikan penyakit DBD meski saat ini semua terkonsentrasi terhadap wabah virus corona.

"Padahal tidak kalah sangat bahaya juga penyakit ini. Mari kita sama-sama menjaga diri dan keluarga serta lingkungan dari wabah DBD ini, dengan selalu hidup bersih," ujar dia.

Dia mengungkap, korban DBD ini kebanyakan anak-anak dari usia 6 tahun hingga 14 tahun. Saat ini, kata Machli Riyadi, penyebaran DBD sudah ada di 5 kecamatan sehingga warga harus memperhatikan prinsip 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.

Dia menjelaskan, beberapa kegiatan 3M Plus itu seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk serta menggunakan kelambu saat tidur.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat penampungan air, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Selain itu, warga menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

"Yang terpenting agar masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan, agar perkembangbiakkan nyamuk pembawa penyakit ini bisa ditanggulangi. Karena DBD juga berbahaya jika kita tidak melakukan pencegahan dengan baik," ujarnya.


Editor : Faieq Hidayat