get app
inews
Aa Text
Read Next : Detik-Detik Ricuh Demo Semarang, Polisi Tembakkan Gas Air Mata hingga Massa Kocar-kacir

22 Demonstran Ditembak Mati usai Bakar Pabrik Milik China

Senin, 15 Maret 2021 - 12:43:00 WITA
22 Demonstran Ditembak Mati usai Bakar Pabrik Milik China
22 Demonstran Ditembak Mati usai Bakar Pabrik Milik China (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id - Militer Myanmar menembak 22 demonstran anti-kudeta, Minggu (14/3/2021). Mereka tewas ditembak di Distrik Hlaingthaya, Yangon usai membakar pabrik-pabrik yang didanai China di kawasan itu.

Pada Minggu 14 Maret sebagai hari paling berdarah sejak kudeta menggulingkan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. 

Kelompok pro-demokrasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) melaporkan, ada 16 demonstran lainnya yang juga ditembak mati di tempat lain sehingga totalnya menjadi 39 korban meninggal sepanjang Minggu.

Kedutaan Besar China di Myanmar menyatakan, banyak staf warga China yang terluka dan terperangkap dalam kebakaran yang disengaja itu. Mereka mendesak militer untuk melindungi properti serta warga China.

Kedubes menggambarkan situasinya sangat parah setelah serangan terhadap pabrik-pabrik, namun mereka tak menyinggung soal kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap demonstran.

"China mendesak Myanmar untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan hukum, dan menjamin keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan staf warga China di Myanmar," bunyi pernyataan kedubes, dikutip dari Reuters, Senin (15/3/2021).

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembakaran pabrik-pabrik tersebut.

Halaman Facebook kedubes China dibanjiri komentar negatif dalam bahasa Myanmar. Lebih dari setengah dari total 29.000 netizen yang memberikan reaksi menyertakan emoji wajah tertawa. Sentimen anti-China meningkat sejak kudeta yang menjerumuskan Myanmar ke dalam kekacauan.

Kawasan industri di Hlaingthaya didominasi oleh pabrik garmen. Sebagai kota industri, Hlaingthaya dihuni banyak pekerja migran dari berbagai kota di Myanmar.

Saat kebakaran terjadi, militer meningkatkan serangan dengan menembaki demonstran di pinggiran kota.

"Mengerikan, orang-orang ditembaki di depan mata saya. Ini tidak akan pernah hilang dari ingatan saya," kata seorang jurnalis foto yang meminta namanya tak dipublikasikan.

Militer memberlakukan keadaan darurat di Hlaingthaya serta distrik-distrik di Kota Yangon.

Stasiun televisi Myawadday yang dikelola militer melaporkan, pasukan keamanan bertindak setelah empat pabrik garmen serta pabrik pupuk dibakar dengan sengaja oleh orang tak dikenal. Setelah itu sekitar 2.000 orang memblokade kendaraan pemadam kebakaran yang hendak memadamkannya.

Sejauh ini militer enggan memberikan komentar terkait kejadian tersebut.

Dokter Sasa, seorang perwakilan anggota parlemen yang digulingkan oleh tentara, menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Hlaingthaya.

"Para pelaku, penyerang, musuh rakyat Myanmar, serta SAC (Dewan Administrasi Negara) yang jahat akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap tetes darah yang tumpah," katanya.

Berdasarkan data AAPP, dengan 39 korban tewas ini, jumlah total kematian dalam unjuk rasa menentang kudeta Myanmar bertambah menjadi 126 orang serta lebih dari 2.150 orang ditahan, sebanyak 300 di antaranya telah dibebaskan.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut