BANJARMASIN, iNews.id - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) KM Virgo Transport 8 terus diperkuat setelah kapal hilang kontak dan tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu. Polri mengerahkan tiga kapal polisi untuk membantu pencarian ratusan penumpang dan awak kapal yang masih belum ditemukan.
Pengerahan kekuatan dilakukan bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian, penyelamatan, evakuasi, hingga penanganan korban.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan prioritas utama saat ini adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam pencarian.
“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian," ujarnya dikutip Senin (14/9/2026).
Menurutnya, Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi.
Berdasarkan data sementara, KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sebelum dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA.
Kapal tersebut diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu dengan jarak sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Untuk memperkuat operasi SAR, Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan tiga kapal polisi terdekat menuju lokasi kejadian.
Kapal tersebut yakni KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalimantan Selatan dengan jarak sekitar 80 mil laut dan estimasi waktu tempuh tujuh jam.
Kemudian KP Ibis-6001 dari BKO Kalimantan Tengah dengan jarak sekitar 103 mil laut dan waktu tempuh sekitar sembilan jam. Sementara KP Manyar-5003 dari BKO Surabaya berjarak sekitar 200 mil laut dengan estimasi perjalanan 24 jam.
Ketiga kapal polisi tersebut telah melakukan persiapan logistik dan diberangkatkan untuk mendukung pencarian serta evakuasi korban.
Selain unsur Polri, operasi SAR juga diperkuat KN Laksamana Basarnas, KNP 382 KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, serta dukungan dua unit helikopter dari Polda Kalimantan Tengah dan Basarnas Surabaya.
Basarnas juga mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengirimkan 10 personel menggunakan KNP 382 menuju lokasi pencarian.
Selain pencarian, Polri juga menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan proses identifikasi korban berjalan secara profesional.
Sebanyak enam posko DVI didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Di Jawa Timur, posko tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Sumenep, dan RS Bhayangkara Surabaya.
Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI disiapkan di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, serta Pelabuhan Trisakti.
Polri juga mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak Surabaya untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait