JAKARTA, iNews.id - Sejarah tukar kado Natal berasal dari zaman kerajaan Romawi. Perayaan tukar kado ini pun akhirnya menjadi tradisi umar Kristiani di sejumlah negara.
Pada zaman itu, tradisi tukar kado dikenal dengan nama Saturnalia, yang diambil dari nama Dewa Saturnus. Ketika itu, orang Romawi meyakini bahwa Dewa Saturnus lah yang mengajari orang Romawi untuk bercocok tanam, sehingga membawa kemakmuran bagi mereka yang tinggal di semenanjung Italia.
Dalam perayaan Saturnalia, rakyat Romawi saling bertukar kado satu sama lain. Diyakini dengan bertukar hadiah pada perayaan yang dikenal pula sebagai hari raya 'perpindahan musim' ini mereka akan mendapatkan kebaikan dan kemakmuran di tahun yang akan datang. Pemberian hadiah ini dilakukan di akhir rangkaian perayaan Saturnalia yang diberi nama Sigillaria.
Perayaan Saturnalia sedikit banyak membawa pengaruh pada perayaan Natal serta Tahun Baru. Pemberian hadiah dalam perayaan Saturnalia menjadi cikal bakal tradisi tukar kado saat Natal.
Sejarah tukar kado berlanjut pada kisah para Majus ketika melakukan perjalanan untuk menemui Yesus yang baru lahir di Betlehem di tanah Yudea saat Raja Herodes berkuasa.
Mereka melakukan perjalanan dari timur dengan mengikuti sebuah bintang yang dikenal sebagai bintang Natal. Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh risiko para Majus akhirnya dapat bertemu dengan Yesus.
Sebagai bentuk persembahan mereka pada Yesus ada tiga hadiah yang diberikan yakni emas, kemenyan dan mur. Kisah inilah yang kemudian menjadi awal mula tradisi memberikan hadiah saat Natal.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait