PELAIHARI, iNews.id – Sekolah di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), rawan pencurian. Sepanjang bulan September sampai November 2017, tercatat sudah ada enam sekolah berhasil dibobol maling.
Enam sekolah yang menjadi sasaran maling yakni, SD Negeri (SDN) Pelaihari 6, SDN Pelaihari 3, SDN Angsau 3. Kemudian, SDN Tampang, SMPN 3 Pelaihari, dan SMPN Panyipatan. Ironisnya, saat ini banyak sekolah tidak dilengkapi dengan penjaga malam.
Sasaran pencuri yang diduga lebih dari dua orang sebagian besar barang elektronik seperti CPU komputer, monitor komputer, laptop, dan printer. Kemudian pengeras suara, wi-fi, dan beberapa benda berharga di ruang guru atau kepala sekolah. Alat-alat tulis juga banyak dicuri.
Kepala SDN Angsau 3 Pelaihari Supriyono mengaku, sekolahnya sudah dua kali kebobolan. Pada Kamis, 19 Oktober 2017, maling membawa dua unit CPU dan satu monitor komputer, serta satu VCD player. Pencuri yang diduga lebih satu orang masuk melalui jendela ruang guru dengan merusak terali.
“Memang di sini tidak ada penjaga sekolah, cuma petugas kebersihan. Kadang-kadang dia datang mengawasi ke sekolah, tapi nggak sampai malam,” kata Supriyono saat dikonfirmasi Senin (06/11/2017).
Sementara staf pengajar SMPN 3 Pelaihari Akhmad Supriyadi mengaku sekolah mereka dibobol maling pada Kamis, 12 Oktober 2017. Sejumlah barang elektronik hilang yang diperkirakan bernilai Rp16 juta lebih di antaranya 4 laptop berbagai merek, 1 wireless, 1 receiver parabola, dan 1 hardisk eksternal. “Isi laptop dan hardisk external itu banyak, mulai dari data guru, penilaian kinerja guru. Saya nggak ingat satu persatu,” kata.
Sementara SDN Pelaihari 6, SDN Pelaihari 3, dan SDN Tampang, serta SMP Panypatan kemalingan pada bulan September. Kasus tersebut sudah dilaporkan pihak sekolah kepada jajaran Polres Tanah Laut dan sedang ditindaklanjuti.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait