PELAIHARI, iNews.id - Ratusan rumah warga di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) terendam banjir, Minggu (25/12/2022). Meski rumahnya terendam warga sebagian besar bertahan di rumah masing-masing.
Diketahui hujan telah mengguyur Tanah Laut sejak Kamis (22/12/2022). Kecamatan paling terdampak yakni di Kecamatan Asam-Asam, Kecamatan Pelaihari. Ketinggian banjir mencapai 50 sentimeter (cm).
Dari data yang diperoleh iNews, air luapan Sungai Asam-Asam di Kecamatan Jorong menggenangi sembilan RT. Rumah yang terdampak 257 dengan 959 jiwa orang. Kawasan Rt 6 menjadi yang terparah adac 105 rumah terdampak. Rt lain yang terdampak yakni RT 1, RT 4, RT 5, RT 7, RT 8, RT 9, RT 10 dan RT 12.
Sementara itu di Kecamatan Pelaihari, banjir sempat menggenangi Desa Ambungan, Desa Panggung, Desa Atu-Atu dan Kelurahan pelaihari. Ada sekitar 100 rumah yang terdampak.
Di Kecamatan Pelaihari di RT 17 Jalan Perintis terdapat 25 rumah, di RT 25 Jalan Sawahan ada 35 rumah, RT 22 Lok Serapang 18 rumah. Banjir di Pelaihari merupakan luapa sungai Kupang dan Sungai Kandangan yang merupakan anak Sungai Tabanio.
Sedangkan di Desa Ambungan dan Panggung air sempat mengenangi belasan rumah warga di Jalan Sri Rejeki Desa panggung dan belasan rumah di jalan pendidikan desa ambungan yang berbatasan langsung dengan desa panggung.
Fahriannoor warga RT 25 Jalan Sawahan mengatakan air mulai masuk ke rumah pada Sabtu (24/12/2022) dini hari. Ketinggian air dalam rumah orang tuanya mencapai 50 sentimeter.
"Dari Kamis itu sudah hujan. Kalau air masuk rumah Sabtu dini hari," kata Fahriannoor, Minggu (25/12/2022).
Sementara itu Abdullah warga RT 17 Jalan Perintis 2 Kelurahan Pelaihari mengatakan hampir setiap tahun pemukiman mereka diterjang banjir terutama pada saat menjelang pergantian tahun. Hanya saja genangannya kadang sampai masuk ke dalam rumah dan kadang hanya di jalan pemukiman.
"Kadang air masuk rumah kadang cuma sampai jalan saja," ucap Abdullah.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait