Raihan, salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Virgo Transport 8 asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, selamat dari insiden maut setelah berpegangan tabung gas selama 10 jam di laut lepas. (Foto: iNews TV)

BANJARMASIN, iNews.id – Perjuangan hidup dramatis dialami Raihan, salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Virgo Transport 8 asal Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemuda yang bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) ini selamat usai terombang-ambing di tengah keganasan perairan Laut Jawa selama 10 jam hanya dengan berpegangan tabung elpiji.

Saat detik-detik kapal mulai miring dan terbalik, Raihan bersama rekan-rekan kerjanya sempat memprioritaskan keselamatan para penumpang dengan membagikan rompi pelampung (life jacket). 

Usai kapal tenggelam sepenuhnya, Raihan bersama lima temannya bahu-membahu bertahan di atas permukaan air laut. Dalam kondisi gelap dan gelombang tinggi, mereka mengandalkan tabung gas kosong yang terapung sebagai alat penjelajah hidup darurat.

Di tengah lautan lepas, Raihan mengaku hanya bisa berserah diri dan pasrah hingga akhirnya kapal tim penyelamat melintas dan mengevakuasi mereka ke tempat aman.

"Saya terombang-ambing sekitar 10 jam di laut lepas cuma pegangan tabung gas elpiji. Saat itu saya sudah pasrah dan ikhlas saja," tutur Raihan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9/2026).

Dia menuturkan, saat kejadian, ada 45 petugas cleaning service di kapal. Namun, baru lima orang yang berhasil ditemukan selamat. “Kalau yang lain saya belum tahu,” ucapnya.

Suasana haru dan kecemasan masih menyelimuti kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sejak Minggu kemarin, sanak keluarga korban yang belum ditemukan terus berdatangan memadati posko pencarian. 

Pihak keluarga bertahan di pelabuhan sambil terus memantau setiap kapal patroli dan tim SAR Gabungan yang datang membawa perkembangan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mencatat sebanyak 23 warganya menjadi korban dalam insiden kecelakaan kapal penumpang tersebut.

Berdasarkan data terkini Pemprov Jabar, dari total 23 korban, sebanyak 22 orang merupakan warga Kabupaten Garut dan 1 orang warga Kabupaten Cianjur. Sejauh ini, 12 orang dinyatakan selamat dan telah berada di Kota Banjarmasin, sementara 11 warga Garut lainnya masih dalam proses pencarian Basarnas.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, pemprov akan memberikan uang kadeudeuh atau uang tunggu serta santunan kerahiman bagi seluruh warga Jabar yang menjadi korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia. 

Untuk 12 korban selamat, kata dia, Pemprov Jabar menyiapkan uang tunggu sebesar Rp7 juta per orang guna mengganti penghasilan yang hilang serta biaya operasional kepulangan.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network