Bangkai LCT Anugerah Indasah Tenggelam di Kalsel Diapungkan (Foto: iNews/Zulkifli Yunus)
Zulkifli Yunus

BANJARMASIN, iNews.id - Kapal Landing Craft Tank (LCT) Anugerah Indasah yang tenggelam di Perairan Kalimantan Selatan berhasil diapungkan. Kapal disandarkan di Perairan Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan untuk perbaikan.

Kapal LCT Anugera Indasah ini sebelumnya tenggelam di Perairan Tanjung Selatan pada juni 2022 lalu. Kapal saat itu dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Samarinda, Kalimantan Timur.

LCT dengan 11 abk dan mengangkut 22 ekskavator itu terbalik akibat diterjang ombak setinggi 5 meter. Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) ditemukan selamat, enam dinyatakan hilang dan empat sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.
 
Diketahui, bangkai LCT dengan panjang 56,31 meter dan lebar 11 meter itu sengaja disandarkan di dekat Pulau Datu, Desa Tanjung Dewa agar terlindung dari gempuran angin. 

Posisi LCT saat diupayakan untuk diapungkan sudah bergeser sekitar 8 mil ke arah Muara Sabuhur. Posisi kapal saat terbalik berada sekitar 4 mil dari Pantai Sanipah, Desa Kandangan Lama.

LCT diapungkan dalam keadaan kosong karena 22 alat berat yang diangkut sudah terlepas dan masih berada di sekitar lokasi kapal terbalik.

Sebelumnya, pada saat dilakukan upaya pengapungan pada  Rabu (16/11/2022) petugas penyelamatan menemukan jasad yang tidak utuh di dek. Sementara, saat LCT sudah dalam kondisi terapung sempurna sabtu (19/11/2022)  petugas penyelamatan kembali menemukan tulang belulang diduga bagian tulang jasad yang ditemukan sebelumnya.
 
Meski sempat terendam air laut selama hampir lima bulan, badan LCT masih kokoh dan dapat mengapung dengan sempurna hanya bagian dinding atas dan anjungan yang mengalami kerusakan berat.

"Ini kapal ini akan diperbaiki," kata Direktur PT Tosan Rajawali Kemala yang dipercaya menangani LCT,  Andri Setiawan, Senin (21/11/2022).

Sementara itu Kapolsek Panyipatan Iptu Subardi terus mendampingi proses pengapungan kapal. Hal ini berkaitan dengan identifikasi dua ABK yang belum ditemukan. Terkait tulang yang ditemukan juga diduga hanya satu orang.  

"Ini masih dalam proses pembersihan di kabin dan lainnya. Manakala kami menemukan adanya tulang kembali atau organ tubuh lainnya untuk proses identifikasi selanjutnya," katanya.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT